Tempat Liburan Murah di London

Tempat Liburan Murah di London – Pagi yang cerah ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di Heathrow Airport, London. Musim panas kali ini merupakan kunjungan saya yang kedua ke Kota London. Tiga tahun lalu sempat menyambanginya selama dua hari, cukup singkat memang. Alhasil saya pun tak sempat menelusuri sudutsudut kotanya, hanya melintas di beberapa landmark Kota London. Sebenarnya saat ini pun saya hanya dua hari berada di London, sekedar transit untuk selanjutnya mengunjungi kota-kota lainnya di Inggris seperti Manchester dan Liverpol. Meskipun singkat, namun kesempatan kali ini benar-benar saya manfaatkan untuk lebih mengenal London dengan segala atributnya.

Tujuan utama saya adalah mendatangi objek-objek wisata utama yang paling populer. Dari Heathrow Airport, saya naik kereta Heathrow Express (biasa disebut tube) menuju St. James’s Park Underground Station, jaraknya sekitar 27 km dari bandara. Setelah 45 menit menempuh perjalanan, saya tiba di stasiun St. James,s Park. Dari sini saya tinggal berjalan kaki ke hotel tempat saya menginap yaitu Crowne Plaza Hotel London St.. James’s. Alasan saya pilih hotel ini lantaran lokasinya di pusat kota sehingga cukup strategis dan dekat dengan objek-objek wisata.

Kunjungan Pertama ke Tower Bridge
Setelah sempat istirahat kurang lebih dua jam, saya coba tanya-tanya ke petugas hotel mengenai transportasi tujuan Tower Bridge. Beliau menyebutkan beberapa alternatif, bisa dengan tube (jaringan kereta bawah tanah), kereta regular, ferry, bus dan taksi. Setelah dapat informasi yang jelas, saya pilih menggunakan jalur tube sekalian ingin merasakan naik kereta listrik bawah tanah di London. Saya pun berjalan menuju ke Westminster Underground Station dan naik tube jurusan London Bridge Underground Station selama kurang lebih 4 menit, setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki ke Tower Bridge.

Sampailah saya di jembatan paling populer di Inggris yang dibangun tahun 1886. Tower Bridge merupakan jembatan bascule (jembatan buka tutup) yang membentang di atas Sungai Thames. Jembatan ini memiliki dua menara kembar setinggi 65 meter yang dihubungkan dengan jembatan gantung untuk pejalan kaki di bagian atas dan jembatan yang bisa diangkat serta diturunkan pada bagian bawahnya. Sebagai landmark Kota London, Tower Bridge menjadi salah satu atraksi wisata yang banyak dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara.

Pengunjung tinggal membeli tiket untuk bisa masuk dan melihat Tower Bridge Exhibition. Tower Bridge buka mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore. Tiket masuk untuk dewasa £ 8, anak usia 5-15 tahun £ 3.4, di atas 60 tahun £ 5.6 serta anak di bawah 5 tahun gratis. Senang rasanya bisa mengunjungi tempat ini, meskipun badan terasa lelah paling tidak sudah terbayar dengan melihat langsung dan masuk ke dalam menara Tower Bridge. Hari beranjak siang, saya pun memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat sekalian mengisi perut yang sudah terasa lapar. Agenda hari pertama saya cukupi sampai di sini, untuk siang hingga malam saya lebih memilih stay di hotel untuk memulihkan stamina lagi.

Hari Kedua di Pusat Kota
Secangkir kopi dan cardamom bun menemani pagi saya sebelum memulai aktivitas hari kedua. Dari balik jendela restoran, tampak cuaca agak sedikit mendung. Rasanya perlu juga selalu melihat weather forecast sebelum melakukan perjalanan. Informasi cuaca bisa didapat dari beberapa situs seperti accuweather.com, bbc.com, theweathernetwork.com dan lainnya. Untunglah hari ini London diperkirakan hanya berawan saja, tidak diinformasikan bakal turun hujan.

Meski begitu sedia payung sebelum hujan itu penting, terkadang cuaca di London unpredictable walaupun jarang juga turun hujan lebat. Saat summer biasanya hanya hujan ringan atau gerimis , itu pun hanya berlangsung sebentar. Saya lihat kembali itinerary yang sudah dibuat sebelum berangkat ke London. Objek pertama yang saya kunjungi adalah Parliament Square. Jarak Parliament Square tidak sampai satu kilometer dari hotel tempat saya menginap. Karena jaraknya yang dekat saya pilih untuk jalan kaki, anggap sekalian olahraga. Sekitar limabelas menit berjalan lewat Victoria Street, tibalah saya di taman bersejarah yang berada di pusat kota. Selain sebagai objek utama wisata, Parliement Square juga menjadi icon Kota London yang seringdijadikan tempat berkumpulnya warga kota atau untuk melakukan demonstrasi.

Saya coba untuk mengelilingi taman sambil melihat-lihat suasana di sekitarnya. Ada yang menarik, di seputar taman terdapat 11 patung yang mewakili tokoh-tokoh Inggris maupun dunia. Selain patung 7 perdana menteri Inggris di era tahun 1827 hingga 1955, juga terdapat patung Jan Smuts (perdana menteri Afrika Selatan di era 1919 – 1948), Abraham Lincoln, Nelson Mandela dan Mathama Gandhi. Di sekeliling taman berdiri pula gedung-gedung penting di antaranya ada gedung mahkamah agung, gedung parlemen, kantor bea cukai dan St. Margaret,s Church. Wajah arsitektur gedunggedung tersebut terlihat begitu indah, seperti karya seni yang lahir dari tangan para maestro.

Lalu saya berjalan ke arah selatan. Objek yang saya kunjungi selanjutnya adalah Westminster Abbey. Hanya beberapa menit berjalan saya sudah sampai di gereja yang punya peran istimewa bagi keluarga kerajaan. Tercatat beberapa peristiwa penting berlangsung di Westminster Abbey, sudah 16 royal wedding digelar termasuk pernikahan Pangeran Willian dan Catherine Middleton, selain itu prosesi pemakaman Putri Diana juga berlangsung di sini dan makam beberapa raja serta ratu Inggris ada di dalam gereja yang dibangun pada abad ke-10 ini.

Saya pun penasaran akan interiornya, saat kunjungan pertama ke London tidak sempat masuk ke dalam. Westminster Abbey dibuka untuk umum dari senin hingga sabtu mulai pukul 9.30 pagi sampai 6 sore. Untuk tur keliling gereja dikenakan tiket masuk lumayan mahal, £ 20.00 untuk dewasa dan £ 9 untuk anak-anak. Nah kalau masuk sekalian kebaktian tidak dipungut biaya.

Puas rasanya berkeliling dan masuk ke dalam untuk melihat kemegahan interior gereja bergaya gothik ini. Saya menyarankan untuk menggunakan London Pass yang bisa di peroleh secara online atau membelinya langsung di stasiun-stasiun kereta, untuk lebih jelas silahkan cek di www.londonpass.com. Keuntungan menggunakan London Pass, kita bisa mendapat fasilitas masuk di 60 objek wisata di Kota London tanpa dipungut biaya lagi, bebas antrian di objek-objek wisata tertentu, discount belanja, termasuk makan di restoran dan nonton pertunjukan teater.

Setelah itu saya pergi mengunjungi salah satu pabrik genset yang terkenal di dunia, yakni Yanmar. Saat berada di pabrik saya di sambut ramah oleh staff khusus yang melayani turis. Staff tersebut menjelaskan secara detail dari setiap proses pembuatanya. Mesin genset dari Yanmar sudah di import ke berbagai negara termasuk Indonesia. Harga genset Yanmar 50 kva di Indonesia sekitar 100 jutaan. Informasi lengkapnya anda langsung saja bertanya pada distributor resmi.