Polytron Cosmica T7800 Seperti Menenteng Organizer

Akhirnya Polytron mengeluarkan tablet sendiri. Sebagai tablet perdana, apa yang ditawarkannya?

Desain

Desain unibodi sampai luasan layar 7.85 inch mengingatkan kami pada iPad mini. Di pasar sendiri sudah lebih dulu hadir SpeedUp Pad 7.85 dengan desain serupa. Namun Cosmica tetap menarik perhatian kami dari cover case berbahan kulit yang modelnya mirip buku atau organizer. Dengan penampilan itu, rasanya lebih keren ketika menentengnya. Sampai saat ini Polytron hanya sediakan Cosmica warna putih. Dukung 5 titik sentuh, respon layar cukup sensitif.

Meski brightness sudah disetel auto, menurut kami layar masih tetap agak silau saat terik siang. Di sisi atas layar bertengger kamera depan. Cosmica punya kamera utama, yang seperti biasa dipasang di belakang bodi. Selain port micro USB, ada pula port HDMI. Bersama jack 3.5 mm, slot SIM, dan slot microSD, semuanya bertengger di bawah bodi. Sisi kanan bodi dipasangi tombol power dan volume 2-arah.

Kinerja

Masih berbasis Android 4.2.2, belum ada informasi apakah Cosmica bakal bisa di-upgrade. Dalam kondisi versi terkini, benchmark yang kami lakukan memperlihatkan hasil berikut: AnTuTu Benchmark 4.5 : 13133 Nenamark 2.4 : 45.3 fps Quadrant Standard Edition 2.1.1 : 4918 Vellamo 3.0 : 1608 (Browser), 549 (Metal) Yang artinya tergolong baik di kelasnya. Dengan RAM 1 GB, memang cukup aman untuk menginstall banyak aplikasi di Cosmica.

Slot microSD dukung kapasitas sampai 32 GB, jadi cukup lega pula untuk menyimpan fle foto, video, sampai musik. Antarmuka tampak standar, dengan 5 jendela default yang tidak bisa ditambah lagi jumlahnya. Kami melihat cukup banyak aplikasi pihak ketiga yang dimasukkan Polytron, antara lain Angry Birds, BCA mobile, Blibli, ES File Explorer, Facebook, Kingsoft Ofce, Line, Mindtalk, Twitter, dan WeChat.

Dari Polytron sendiri ada Indonesia Canggih yang membuka situs Polytron, dan Polytron. Dalam kondisi seluler dan WiFi nyala, dipakai browsing 15 menit, main game 15 menit, grup WhatsApp ramai, baterai tersisa 20% dalam 10 jam. Tampaknya perlu siapkan powerbank sebagai pendukung jika pemakaiannya lebih intens.

Telepon dan Internet

Ada fungsi telepon di Cosmica, bahkan bisa dipakai untuk video call. Tapi untuk bertelepon video memang sedikit ribet, karena tombolnya berada dalam menu. Dukung 3G, setting internet operator langsung dikenali. WiFi dilengkapi fungsi WiFi hotspot. Selain itu, tethering juga bisa dilakukan lewat Bluetooth maupun USB.

Konektivitas

Ketika tablet dikoneksikan ke komputer ber-Windows 7 via kabel, driver langsung ter-install di komputer. Di tablet, jangan lupa ketuk Turn on USB storage agar komputer bisa membaca tablet sebagai drive. Transfer file antar perangkat juga bisa dilakukan dengan Bluetooth. WiFi dukung WiFi Direct.

Audio

Video FM Radio aktif bila earset tercolok. Menu pengaturan super minim, tapi ada fungsi untuk rekam siaran radio. Untuk player lagu ada Music. Kualitas audio terbantu dengan adanya Sound effects berupa 12 opsi equalizer, tujuh opsi Preset Reverb, plus Bass boost dan 3D effect jika earset tercolok. Pada volume tertinggi, audio cenderung pecah meski tetap nyaring. Film dan klip video bisa ditonton di Video Player. Ini bisa baca fle 1080p.

Kamera

Adanya kamera utama, apalagi 5 MP, pada tablet patut diacungi jempol. Sayangnya, kamera depan masih VGA. Anehnya, kami mendapati resolusi 8 MP pada opsi Picture size untuk kamera utama, dan 5 MP untuk kamera depan. Tampaknya Cosmica memakai penggenjot resolusi kamera. Ada smile capture, multi-angle view, panorama, face beauty, dan HDR untuk bereksperimen dengan kamera utama; itu tak tersedia untuk kamera depan.

Tak ada ftur khusus untuk video; bahkan tak ada pilihan video size. Foto maupun video besutan kamera utama cukup bagus untuk sekelasnya dalam kondisi standar. Warna masih cukup natural meski cenderung pucat; begitu pun objek cukup detil meski cenderung blur. Gerakan objek pada video pun lumayan lancar. Tak bisa diandalkan untuk pemotretan makro, apalagi pemotretan minim cahaya. Foto bisa di-edit dengan sejumlah efek, frame, retouch, dan transform, sementara video hanya bisa di-trim. Foto dan video mudah di-share ke media sosial.