Percepatan Hilirisasi Hasil Inovasi Riset Kelautan dan Perikanan

Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan pertemuan Science and Innovation Business Matching (SIBM) di Jakarta (9/10). Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat proses hilirisasi hasil inovasi riset kelautan dan perikanan. Menurut data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tingkat pencapaian hilirisasi riset inovasi di industri Indonesia masih sekitar 3%-5%. Angka ini terpaut jauh dari tingkat keberhasilan China (25%) atau Amerika dan Eropa (10%-15%).

Rendahnya kesuksesan ini terkait dengan minimnya kerja sama antarlembaga penelitian dengan industri. “Kerja sama dengan mitra industri salah satu cara sinergi pemerintah dan akademisi untuk perkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dunia,” terang Sjarief Widjaja, Kepala BRSDM. Dalam acara ini, BRSDM meluncurkan mini Automatic Identification System (AIS) dan patin Perkasa (Patin suPER Karya Anak bangSA). Kemudian juga, menandatangani kerja sama pralisensi dengan PT Martina Berto, PT Sanbe Farma, PT Biocon Natural Indonesia, dan lainnya. Di samping itu, ada juga penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan PT Martha Tilaar

BB Mektan Dukung Revolusi 4.0

Terkait Dukungan untuk industri 4.0, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghasilkan inovasi teknologi mekanisasi pertanian. Antara lain yaitu, traktor tanpa operator, irigasi pintar, smart green house, robot grafting, dan telescoping boom sprayer. Kemudian, ada juga drone pendeteksi unsur hara, mobile dryer, rice upland seeder, jarwo riding transplanter, dan alat mesin pertanian (alsin) penanam tebu dan pe – ma sang drip line irigasi. Tidak ketinggalan, ada penanam benih padi, close house, sistem administrasi pengujian alsintan, dan UPJA smart mobile. Semua inovasi teknologi mekanisasi pertanian hasil Balitbangtan tersebut diharap kan bisa diperbanyak oleh industri alsintan dalam negeri melalui kerja sama lisensi.