Lahan Rawa Lumbung Pangan Masa Depan

Produksi padi lahan rawa mencapai 4,2 juta ton GKG dengan lahan tanam baku 1 juta ha, produktivitas 3,5 ton/ha, dan IP 120. Potensi ini masih bisa naik dengan berbagai cara. Sejarah mencatat, El Nino yang melanda Indonesia berdampak pada krisis pangan dan kejatuhan pemerintahan. El Nino kuat pada 1965 misalnya, menyebabkan berkurangnya produksi padi diikuti krisis pangan yang memicu krisis sosial dan lengsernya Soekarno dari kursi RI 1. Kejadian El Nino 1997 juga berakibat sama dan diikuti krisis moneter hingga menurunkan Soeharto dari posisi Presiden.

Namun El Nino 2015 yang disinyalir terkuat sepanjang sejarah Indonesia, justru mengantarkan negara ini mencapai produksi padi tertinggi sejak 2005. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, produksi padi sebanyak 75,40 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 4,55 juta ton (6,42%) dari 2014. Menurut Dedi Nursyamsi, Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kementerian Pertanian (Kementan) kenaikan produksi ini karena upaya khusus dan optimalisasi lahan rawa.

Saat itu pertanaman padi di lahan rawa mencapai 509 ribu ha yang menghasilkan 2 juta ton GKG dengan produktivitas 4 ton/ha. “El Nino di lahan rawa itu anugerah karena permukaan air turun sehingga luas lahan yang bisa ditanami meningkat pesat,” ujarnya. Bagaimana potensi lahan rawa sebagai lumbung pangan masa depan? Potensi Lahan Rawa Lahan rawa adalah lahan yang kelebihan air sehingga harus dibuang agar bisa ditanami. “

Kalau El Nino berarti permukaan air di rawa turun. Rawa lebak dangkal men jadi kering dan lebak tengahan menjadi dangkal. Akhirnya, lahan yang bisa ditanami padi semakin luas,” urainya terperinci. Profesor riset itu menjelaskan, lahan rawa di Indonesia mencapai 34,1 juta ha meliputi rawa pasang-surut 8,9 juta ha dan rawa lebak 25,2 juta ha yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekitar 21,8 juta ha lahan rawa ini potensial dikembangkan tetapi hanya 10 juta ha yang cocok untuk pertanian. Lahan rawa itu ada yang potensial tersedia dan tidak.

“Lahan potensial tersedia ditumbuhi semak belukar, alang-alang, rerumputan. Gampang dibukanya karena bukan hutan,” katanya. Dari angka 21,8 juta ha, lahan potensial tersedia yang sudah dipetakan sekitar 3,7 juta ha (lihat Tabel Lahan Suboptimal tersedia untuk Tanaman Pangan). Namun, lahan rawa potensial tersedia pun tidak semua berstatus bersih tanpa masalah (clean & clear).