Categories
News

Semua Negara Bagian di Australia Alami Kekeringan

NEW SOUTH WALES — Otoritas Australia menyatakan Negara Bagian New South Wales terkena dampak kekeringan hampir 100 persen akibat cuaca yang sangat kering pada periode Juni dan Juli lalu. Banyak petani yang gagal panen. Pasokan air dan pakan ternak juga semakin terbatas. ”Tidak ada orang di negara bagian yang tidak berharap melihat hujan bagi petani dan komunitas regional kami,” ujar Menteri New South Wales untuk industri primer, Niall Blair, kemarin. Pemerintah negara bagian dan federal menyediakan anggaran US$ 430 juta (sekitar Rp 6,2 triliun) sebagai dana bantuan darurat. New South Wales, negara bagian Australia yang terpadat penduduknya, merupakan kawasan penghasil seperempat pertanian untuk Australia. Menurut Biro Meteorologi, kawasan Australia Selatan baru saja mengalami musim gugur dengan curah hujan mencapai 57 milimeter. Curah hujan itu di bawah ratarata, yakni kurang dari 10 milimeter pada Juli lalu. Data dari Departemen Industri Primer menunjukkan hampir seperempat kawasan di Australia diklasifikasikan dalam kekeringan yang intens. Para petani menuturkan kisah-kisah mengerikan tentang gagal panen, kekurangan air, dan langkanya pakan ternak. Beberapa orang menghabiskan dana US$ 10 ribu (sekitar Rp 145 juta) per truk untuk membeli jerami. “Ini seperti Anda dipenjara setiap hari,” ujar Ashley Gamble, petani asal Queensland. Ketua Asosiasi Industri Makanan Ternak Australia, Frank McRae, mengatakan kekeringan di New South Wales praktis mengakibatkan menipisnya pakan untuk hewan. Simon Bourke, seorang agen perdagangan, mengatakan kepada ABC, “Kami menjual ternak yang sebenarnya tidak ingin kami jual.” Peternak sapi, David Graham, berharap akan turun hujan. “Kami hanya bisa saling mendukung melalui masa-masa sulit.” Selama masa kekeringan, pemerintah memberikan paket pembayaran tunai kepada petani yang memenuhi syarat hingga US$ 12 ribu (sekitar Rp 174 juta) yang dibayar dalam dua kali angsuran. Tapi komunitas petani khawatir dana bantuan itu tidak cukup. “Semua orang mengatakan itu terlalu sedikit dan terlambat,” kata Edwina Robertson, ketua komunitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *